Demi nyala api cinta

Seorang Spanyol bertubuh pendek lahir lima atau enam abad yang lalu, namanya Juan de Santo Matias. Ia kemudian memutuskan mengikuti gerakan pembaharuan sebuah Ordo besar dalam Gereja, Ordo Karmel yang dicetuskan oleh seorang perempuan berpendidikan rendah namun berbudi pekerti mulia, Teresa de Ahumada. Teresa, karena tulisan-tulisan berbobot mistik spiritual, digelar sebagai seorang doktor mistik Gereja. Patungnya, yang melukiskan hati yang tertembus panah cinta Tuhan, menghiasi Basilika Santo Petrus, Roma Italia.

san-juan-de-la-cruz1

Demikian pun Juan de Santo Matia, patungya lebih ke depan, menghiasi ruang utama Basilika tersebut, bersama patung Nabi Elia. Juan de Santo Matia, kemudian memutuskan untuk menukar namanya menjadi Juan de la Cruz. Juan ini yang menemani, menguatkan dan memberikan pencerahan spiritual kepada Teresa dan kepada banyak jiwa yang ingin menempuh “jalan sempit ke keselamatan kini dan kelak”. Juan juga kemudian digelar doktor mistik Gereja.

Dari dua pribadi agung ini, terbersit keinginan untuk memberi sekedar sharing buat pembaca, terutama sahabat saudara-saudari dalam semangat Karmel. Atau pun siapa saja, jika memang mampir, teguklah “air kehidupan” biar sedikit menicipi rasa kehadiran Allah dalam sanubari yang sering diterpa malam gelap.

Malam Gelap, Nyala Api Cinta yang Hidup, Kidung Spiritual, Pendakian Gunung Karmel, dll adalah karya-karya mistik dan spiritual dan sastra Spanyol dari Juan de la Cruz pada abad pencerahan. Karya-karya ini dibaca dan diteliti dan digemari manusia dari berbagai benua.

Demi Nyala Api Cinta,
nyalakan api kehidupan
biar terang dan hangat jiwa
yang kadang dingin dan beku

Vitoria, Awal Mei 2009
John Lebe Wuwur