Mutiara Sabda Untuk Esok 2

Biarawan Carmel
Biarawan Carmel
Mari kita baca injil Yohanes 12, 44-50. Sejenak kita biarkan Injil ini membanjiri hati dan pikiran kita, bagai air yang mengalir membasuh hati dan segala diri kita.

Mari kita bedah perikop injil ini:
1. Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku”.

Tidak biasa bahwa Yesus berseru, atau kasarnya Yesus berteriak. Barangkali ada sesuatu yang harus diperhatikan-Nya secara khusus. Yang jelas bahwa semua orang yang ada disekitarnya mendengarkan dengan jelas apa yang diwartakan-Nya dan lebih dari itu ada hal yang teramat penting yang disampaikan-Nya. Bahwa Tuhan yang amat kuasa, yang maha akbar dan maha agung itu hadir dalam diri-Nya, bahwa Yesus dari Nazareth itulah Tuhan: “barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku“. Inilah skandal besar bagi orang Yahudi yang hidup di zaman Yesus, mungkin juga masih menjadi sandungan bagi mereka sampai saat ini.

2. “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan”.

Diskursus Yesus selalu mengejutkan, tetapi jelas bagi siapa yang ingin mengikuti Yesus secara serius. Demikian Santa Teresa dari Yesus merefleksi: “Aku ingin selalu membawa gambar-Nya. Betapa baiknya sahabat ini, segalanya derita ditanggung-Nya. ´Amigo que nunca falta´ – sahabat yang tidak pernah salah, tidak ada satu kesalahanpun pada-Nya. Ia adalah sahabat sejati”. Ia yang mahatinggi mau menjadi satu dengan kita yang rendah dan hina oleh dosa dan salah.

John Lebe Wuwur