KARENA DIA YANG BANGKIT

Dalam rangkulan ayah
Dalam rangkulan ayah

…. kini tidak lagi engkau merasa kosong, sebab engkau berisi, engkau terpenuhi…….
Kini tidak lagi engkau merasa sendirian, sebab engkau ditemani secara ilahi………..
Kini tidak lagi engkau merasa malu, sebab Allah adalah kebanggaanmu……….
Kini tidak lagi engkau hidup dalam kesepian, sebab engkau disatukan dalam suatu Persekutuan Ilahi…….
Kini tidak lagi engkau hidup untuk diri sendiri, karena identitas egoismemu telah dirubuhkan…….
Kini tidak lagi engkau hidup dalam pertentangan dengan orang lain, sebab semua itu telah berlalu… ………..
Kini tidak lagi engkau hidup pesimis, sebab engkau memiliki sumber harapan teguh………
Kini engkau tidak lagi menabur permusuhan, sebab engkau menyokong kehidupan persekutuanmu……….
Kini engkau tidak hidup egoistis, sebab segala milikmu adalah rahmat……
Kini engkau tidak akan melepaskan doa, sebab engkau selalu dan senantiasa berjalan di hadapan mata Allah………..