Mutiara Sabda untuk Esok 5

Kali ini kita membuka Injil bab 14, 7-14.
Baiklah kita baca dengan hikmat Sabda suci ini.
“Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”….

Ada suatu kesan bahwa Allah dipahami begitu abstrak, dan kesan itu malah sering ditemukan di antara kaum beriman. Yesus melihat gejala ini dan dengan tegas mengoreksi sikap iman seperti ini: “siapa yang melihat Aku, melihat Bapa-Ku”. Tuhan dikenal melalui indra penglihatan, melalui indra tubuh kita yang fana ini. Filipus karena rasa ingin tahu, mau memuaskan rasa ini dengan bertanya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
Jawab Yesus dengan pertanyaan pula: “Anda belum mengenal Aku?”

Filipus masih tinggal dalam konsep Tuhan yang melulu di atas, yang mahakuasa, yang maha besar. Filipus merasa sulit mengatakan dan mengakui bahwa Allah itu sekarang secara gampang, sederhana … hadir dalam diri pribadi Yesus, yang sedang berbicara dengannya.

Agar dapat mengenal Allah lebih jauh, lebih baik dan lebih dekat, pertama-tama kenalilah Yesus, selamilah Yesus dalam Sabda-Nya, pandanglah mata kasih-Nya. Allah itu begitu dekat, begitu intim dengan kita, bahkan melebihi keintiman pengenalan diri pribadi kita sendiri. Santo Agustinus berkata: “Tuhan, kami tidak dapat tenang, sebelum kami menemukan-Mu dalam hati kami” (Confesión). Amin.