KONSTITUSI OCDS: WAJIB DIPELAJARI

"Aturan membuat segalanya lurus".
"Aturan membuat segala sesuatu menjadi lurus...."
Mempelajari Konstitusi OCDS adalah hal wajib bagi setiap mereka yang ingin menggabungkan diri ke dalam persekutuan Ordo Karmel Teresiani Sekulir, maupun juga bagi sama saudara yang telah berada dalam ikatan ini melalui tiga janji dalam Ordo Karmel Tak Berkasut Sekulir. Ini ditekankan oleh Pater Aloys G Deeney, OCD, Defenitor General untuk OCDS. Untuk itu, setiap kita diajak untuk membaca, merenungkan dan menganalisa bagian per bagian dalam Buku Konstitusi OCDS ini. Sebelum mempelajari secara mendalam isi dari Konstitusi OCDS, perlu juga dilihat bagian-bagian besar yang turut menyusun bagan Konstitusi kita ini. Secara garis besar, dapat kita temukan 6 bagian, yakni: Sambutan, Keputusan, Regula St. Albertus, Konstitusi OCDS, Penutup dan Catatan Akhir. Keenam bagian ini merupakan satu kesatuan dalam menyusun suatu Konstitusi OCDS sedunia. Bagian-bagian ini perlu kita dalami secara keseluruhan. Karena itu, kita dianjurkan untuk membaca, merenungkan dan menganalisa (mempelajari) Konstitusi ini mulai dari awal, yakni mulai dari Sambutan Pater Vikaris saat itu, P. Felix John Elavunkal,OCD sampai ke Daftar Catatan Akhir. Tidak kalah penting untuk diingatkan bahwa Catatan Akhir (Ends Notes) merupakan bahan acuan setiap nomor Konstitusi. Di situ dapat dipahami bahwa referensi kita tidak hanya tergantung pada “Buku Kecil” Konstitusi OCDS saja, melainkan juga berkaitan dengan Dokumen-dokumen Gereja yang lain, semisal Lumen Gentium, Apostolicam Actuositatem, Kitab Hukum Kanonik dan lain-lain. Di samping Dokumen-dokumen Gereja tersebut, perlu juga kita menggali kekayaan spiritualitas Konstitusi kita dari ajaran-ajaran Orang Tua Ordo kita, Sta. Teresa dari Avila dan Sto. Yohanes dari Salib dalam buku-buku Jalan Kesempurnaan, Riwayat Hidup, Collected Works of st. John of the Cross dan lain-lain pula. Jadi, “Buku Kecil” ini akan menjadi suatu bahan refleksi yang amat kaya, jika kita mau menggalinya dengan tulus penuh kesungguhan hati. Mari kita coba dalami….Tuhan memberkati.