SEKILAS SEMINAR HIDUP DOA OCDS LEMBANG

OCDS LEMBANG
SEMINAR OCDS LEMBANG

Oleh: Ancella Wijaya
Catatan: Tulisan ini adalah kiriman Sdri. Ancella Wijaya, anggota Sahabat Karmel OCD Lembang Bandung. Beliau bersama saudara-saudari sekomunitas Sahabat Karmel Bandung sedang giat mempersiapkan suatu komunitas OCDS di Bandung. Tulisan ini disusun Sdri. Ancella ketika mengikuti seminar sehari tentang “ParaVoz Nacii-Aku Lahir untuk Kamu”. Kami meminta kopi tulisan ini dan sedikit kami perbaharui untuk konsumi kita di Blog ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih untuk Ancella. Semoga Tuhan memberkatimu selalu.

…………………….

Pada Hari Minggu, Tanggal 17 Oktober 2010, di Griya Fatima, Gereja Karmel lembang berlangsung seminar yang bertajuk “Lahir UntukMu”, suatu tema umum dalam mempersiapkan perayaan 5 abad kelahiran Santa Teresa dari Avila seorang tokoh dan pendiri Ordo Karmel Tak Berkasut atau Ordo Carmelitarum Discalceatorum (OCD). Materi seminar ini diuraikan oleh Pastor Aloysius Deeny OCD , Delegatus General OCD untuk OCDS sedunia yang berkantor di Roma bersama Pastor John Lebe Wuwur OCD, Delegatus Vikaris OCD untuk OCDS Indonesia serta Pastor Remi Todang OCD, Pendamping Rohani kami. Latar belakang diadakan seminar ini adalah untuk memperkenalkan Hidup Doa menurut spiritualitas Karmel OCD yang diajarkan dan diteladankan oleh St Teresa Avila.

Secara umum Karmel, dikenal karena Doa dan hidup kontemplatif para biarawati yang hidup ketat dalam klausura (tertutup untuk umum) maupun biarawannya. Namun belum banyak yang mengetahui spiritualitas yang dijalankan para biarawan/i Karmel Tak Berkasut ini. Namun demikian, spiritualitas ini pun dapat dijalani oleh orang awam atau umat pada umumnya dengan tidak mengubah status keawamannya. Para awam ini, dikenal dengan sebutan OCDS (Ordo Carmelitarum Discalceatorum Seculare). Di Indonesia OCDS telah terbentuk di Kupang, Flores, Jogyakarta, Surabaya dan Bandung.

Dalam seminar ini dijabarkan bagaimana hidup doa yang diajarkan oleh Santa Teresa Avila itu, tetap berguna dan relevan untuk masa kini, sehingga kaum awampun dapat mempraktekkan spirtualitas Karmel OCD dalam kehidupan awamnya dalam hidup menggereja dan masyarakat.

Pastor Aloysius Deeny OCD menyampaikan bahwa bagian yang terpenting dalam hidup menurut spiritualitas Karmel adalah doa yang menjadi doktrin. Dengan demikian doa menjadi cara hidup, bukan sekadar menjadi tujuan instan seperti mencari penghiburan dan pemecahan masalah. Bila doa digunakan secara instan maka Allah hanyalah dipergunakan sebagai alat, dan tidak lagi dimuliakan. Karmel tidak mengajarkan metoda tertentu dalam berdoa atau bermeditasi. Ini yang berlawanan dengan tendensi zaman ini, ketika orang sering terjebak dalam metode dan melupakan bahwa yang menjadi pusat segala perhatian sesungguhnya bukanlah metodenya tapi Kristus yang diam di dalam hati. Hidup doa tidak merubah orang menjadi pasif dan melulu menghabiskan waktu untuk berdoa, tapi sejak membuka mata di waktu pagi sampai menutup hari di waktu malam ia bekerja aktif dalam semangat kehadiran Allah. Bagian yang terpenting dari doa menurut Santa Terasa adalah hidup dalam Kasih pada Allah di dalam sesama serta hidup dalam kerendahan hati .

Seminar yang berlangsung dalam tiga sesi ini berjalan menarik dan rupanya para peserta cukup mengikuti materi yang disampaikan, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya pertanyaan-pertanyaan kritis peserta, serta antusiasnya mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para pastor diakhir acara. Menurut angket yang kembali, banyak peserta yang ingin mengenal lebih jauh tentang spiritualitas Karmel bagi orang awam, untuk itu setiap umat Katolik dapat datang, merasakan dan bergabung dalam pertemuan OCDS terdekat. Di Keuskupan Bandung, pertemuan berlangsung setiap hari Minggu ke-3 jam 13.00 di Rumah Retret Karmel Lembang. Hal-hal yang berhubungan dengan OCDS dapat menghubungi :
* Ibu Lidwina; HP: 022-76941656; email: lidwina-ganda@yahoo.com
* Bpk Robert; email: robertfreddyanto@yahoo.com
*Ibu Teresia; HP: 08191035299