DOA PENYERAHAN DALAM EKARISTI PENANTIAN TAHUN BARU

Pemimpin: “Andaikata kulakukan segala perbuatan yang dilakukan oleh St. Paulus, aku akan tetap menganggap diriku sendiri seorang HAMBA YANG TIDAK BERGUNA. Aku akan melihat bahwa tangan-tanganku sendiri kosong. Tetapi, itulah sesungguhnya sumber sukacitaku: sebab aku tidak mempunyai apa-apa, maka aku mengharapkan segala-galanya dari Allah yang baik.”
Semua : Bapa, kuserahkan diri kepada-Mu, berbuatlah sekehendakmu atas diriku. Apapun yang Kauperbuat atas diriku akan kuterima dengan senang hati. Aku bersedia menanggung segalanya, asal kehendak-Mu terlaksana di dalam diriku dan di dalam segala makhluk. Itulah Tuhan, yang kuharapkan; tiada yang lain. Kupertaruhkan jiwaku demi nama-Mu, kuserahkan hidupku kepada-Mu dengan segenap hati dan penuh cinta, sebab aku mencintai-Mu. Sebagai tanda bukti cintaku kuserahkan diriku dan kupersembahkan hidupku tanpa syarat ke dalam tangan-Mu. Aku percaya kepada-Mu dengan kepercayaan yang tiada batasnya, sebab Engkau adalah Bapaku.
Pemimpin : Tuhan Allah kami, Tuhan atas waktu dan keabadian, milik-Mulah hari ini, besok, kemarin dan masa depan. Mengakhiri tahun ini, ingin ku persembahkan rasa syukurku atas segala sesuatu yang telah ku terima daripada-Mu. Terima kasih untuk kehidupan dan cinta, terima kasih atas semua bunga yang sempat kulihat dan kunikmati, terima kasih atas udara dan sinar matahari, terima kasih atas kegembiraan dan kesedihan, yang dapat aku terima dan juga yang sulit aku terima. Ku persembahkan segala yang telah ku lakukan dalam tahun ini: kerja dan karyaku, yang dapat ku wujudkan dan segala sesuatu yang berlalu dari tanganku yang kosong ini juga segala yang dapat kubangun dari tanganku yang lemah ini. Ku persembahkan kepadaMu semua orang yang ku kasihi, di bulan-bulan yang telah berlalu, segala persahabatan dan semua orang ada di sekitarku, yang membantuku, yang memungkinkan aku berbagi dalam kehidupan ini, dalam kerja, dalam kesulitan dan dalam kegembiraan.
Semua : Di balik semua itu, tidak lupa pula, aku mohonkan pengampunan-Mu, atas penyia-nyiaan waktu yang adalah rahmat-Mu semata, untuk kata-kata yang tidak berguna dan yang tidak berkenan, untuk cinta yang tidak teratur dan yang tidak berkenan di hadapan-Mu. Ampun-Mu ku pinta untuk kerja yang asal-asalan dan tidak ku laksanakan, untuk hidup tanpa semangat dan kasih yang dingin.
Pemimpin : Karena itu, Tuhan…berilah aku semangat-Mu agar aku boleh memiliki semangat kehidupan di tahun yang baru, agar ada suatu pandangan hati yang optimis akan berkat yang tak pernah henti tercurah dari-Mu. Penuhilah setiap bagian hatiku dengan cinta dan damai dari-Mu. Berilah kami suatu tahun baru dan ajarilah aku untuk tak pernah berhenti berada sebagai pengikut-Mu yang sejati. Ijinkan aku menyapa-Mu setiap hari agar aku belajar untuk hidup selalu di hadapan-Mu. Amin.