MENGGALI MEDITASI DALAM TRADISI NUSANTARA

Roh Pembaharu
Roh Pembaharu

(Refleksi pribadi atas Meditasi Bali Usada dan Tradisi Spiritualitas Karmel Teresani)

1. Keunikan Bali Usada: Kesehatan manusia.
Tujuan belajar meditasi ini adalah untuk melatih pikiran agar menjadi harmonis, selanjutnya menjadi usaha menyehatkan pikiran ini bisa mendatangkan manfaat untuk:
– Menyehatkan badan.
– Menenangkan pikiran.
– Melepaskan reaksi buruk dari memori, pengalaman hidup yg tidak enak.

2. Mencari akar Bali Usada.
SECARA deskriptif MBU digambar sebagai berikut: ketika mendengar kata meditasi, orang yang belum mengetahui tentang meditasi akan berpikir lain. Ada yang menduga untuk mencari kesaktian, jadi peramal, melihat hal yang gaib dan sebagainya. Meditasi telah menjadi pelengkap pengobatan dan pennyembuhan di sejumlah rumah sakit di Amerika serikat. Meditasi dimaksud agar manusia memiliki pikiran yang sehat dan kuat. Karena itu, kadang ada rasa putus asa, stress karena pelbagai masalah,ini karena pikiran kita tidak kuat. Meditasi BU ini adalah sebuah teknik untuk menenangkan diri dan menyadari keberadaan kita. Memang di awal penjelasannya dikatakan bahwa Meditasi Usada Bali tidak berhubungan dengan kepercayaan tertentu. Namun kalau mau mencari akarnya, dapat kita katakan bahwa Meditasi ini berelasi erat dengan cirri meditasi Budha. Hal ini bisa disimpulkan dari sering disinggungnya pengaruh tradisi-tradisi kuno China dalam penjelasan-penjelasan Bapak Merta Ade, pendiri dan penganjur Meditasi Bali Usada. Atau, bisa jadi, karena berada di Bali, pulau “dewata” yang akrab dengan Hindu, maka bisa dikatakan bahwa pengaruh keyakinan ini pun bisa masuk dalam unsur-unsur Meditasi Bali Usada. Namun, dari namanya sendiri jelas, Bali Usada memiliki cirri Indonesia yang khas. Bali sebagai salah satu pulau di Republik ini memiliki kekhasan budaya dan tradisi serta kandungan spiritual yang khas. Dengan digalinya teks-teks asli dan kuno dari pujangga-pujangga terkenal Bali, dapat kita katakan bahwa Meditasi Bali Usada ini berangkat dari kekayaan spiritual asli Indonesia. Hebatnya, Meditasi ini sudah dipoles agar bisa diikuti oleh siapa saja, dari golongan umur mana saja, dari suku dan bangsa mana saja dan dari latarbelakang agama apa saja.
3. Antara Meditasi Bali Usada dan Meditasi Karmel Teresani.
Jika kita mengikuti dengan tekun Meditasi Bali Usada (khususnya tahap Tapa Brata I), maka kita bisa tiba pada kesimpulan bahwa Meditasi ini berusaha merasakan diri, sadar akan diri sendiri secara menyeluruh dan sedalam-dalamnya. Kalau dibandingkan dengan Meditasi Karmel Teresani, maka dapat diibaratkan dengan doktrin spiritual San Juan de la Cruz, yakni menyadari kekurangan-kekurangan kita dalam taraf indrawi di Malam Gelap Aktif dan Pasif Indrawi. Pada tahap indrawi ini pribadi manusia menyadari kehinaan dirinya dan mencoba membersihkan demi transendensinya ke tahap berikut Malam Gelap Aktif maupun pasif Roh. Penyadaran seperti ini bersinergi dengan tahap I-IV dalam Meditasi Tapa Brata. Dan ini juga terjadi misalnya dengan jelas dalam usaha pemurnian diri dalam Malam Gelap. Indra-indra dimurnikan sebelum maju pada tahap berikut, Malam Gelap Roh. Malam Gelap Roh ini (mungkin mirip dengan bagian-bagian tubuh yang paling atas dalam Meditasi Bali Usada: tubuh kasar, tubuh meridian, tubuh cakra dan tubuh halus) juga memerlukan pemurnian. Setelah itu, masih ada kelanjutan. Jiwa atau pribadi manusia menuju ke persatuan intim dengan Allah. Persatuan intim ini yang tidak ada dalam Meditasi Bali Usada. Namun, bukan berarti Bali Usada selesai dengan semua ini. Sebagaimana nama menunjukkan identitas, maka Meditasi Bali Usada membentuk pribadi sesorang agar bisa mengharmonikan dirinya dengan “self” dan itu secara langsung juga dengan Yang Maha Tinggi, manusia dan dunia. Dalam bahasa lain, Meditasi Bali Usada adalah sebuah latihan menuju cirri hidup sehat secara integral, sementara Meditasi Karmel Teresani (OCD) adalah suatu doktrin yang menjadi landasan sekaligus penuntun bagi mereka yang mau hidup erat mesra bersatu dengan Allah.

4. Sumbangan Meditasi Bali Usada bagi suatu spiritualitas
Sebagai anak-anak bangsa, Bali Usada sudah membantu banyak manusia untuk lebih menemukan arti dari suatu pencaharian diri dalam refleksi yang mendalam dan serius. Banyak orang mungkin berpikir bahwa meditasi itu sesuatu yang menyeramkan, Tapa Brata atau meditasi itu memiliki konotasi dengan soal mitis magis. Namun, semuanya bisa menjadi jelas ketika Meditasi Bali Usada dialami. Meditasi bisa dipahami dalam arti katanya: merenung, merasakan secara mendalam dan penuh perhatian dan bisa mengalami apa itu meditasi dalam cara yang sederhana.
Dalam kaitan dengan tradisi meditasi dalam ajaran Katolik, terutama dalam doktrin Karmel Teresani, meditasi memerlukan pengorbanan diri. Dalam kata lain, usaha mencapai tangga Allah tidak mungkin hanya dengan cara berfoya-foya. Perlu juga suatu “askese” atau matiraga dalam pencaharian moment persatuan dengan Allah. Askese ini bisa dipelajari dari Meditasi Bali Usada. Hal ini menjadi jelas dengan pengaturan waktu yang ketat, posisi duduk yang pasti dan tenang dan juga menu makan yang teratur. Semuanya demi menghasilkan suatu harmoni. Dan bukankah harmoni itu adalah satunya manusia sebagai pribadi dan satunya manusia dengan Sang Pencipta? Mari kita renungkan….