NADA TE TURBE…..SULIT…..LA PACIENCIA

Jerebuu - Bena - Ngada- Flores
Jerebuu – Bena – Ngada- Flores

Sebagaimana sebuah refleksi psikologis, teks ini membangkitkan secara mental bahwa apa yang kita rasakan di dalam kehidupan ini, baik itu tantangan kecil maupun besar, tidak pernah menguasai pribadi kita. “Diriku tidak diperalat oleh kemalangan-kemalangan hidup. Selanjutnya, akulah yang berusaha memampukan diri untuk suatu pasifitas (kedamaian), ketimbang menghadapi segala sesuatu dengan sikap defensif”. Dapat dilihat bahwa beban emosional yang berasal dari kesulitan-kesulitan itu, sebaliknya dapat memberikan kepada kita suatu rasa udara segar dan baru lantaran sikap serah diri yang total. Bukan suatu yang melemahkan, tetapi suatu pembelajaran untuk semakin kuat dalam kehidupan ini. Untuk itu, seringkali kita diingatkan oleh kata-kata ini: “Que nada te turbe lo que vale mas que lo que pasa: las paz comigo mismo” (Bahwa tak ada yang mengganggumu, itulah yang lebih bernilai dari semua yang berlalu: damai selalu bersama diriku ini”). Dengannya, kita belajar mengatasi apa yang mungkin mengganggu diri pribadi kita. Memang, ini bukan suatu soal yang gampang, karena pembelajaran ini sulit diletakkan di bagian dalam kehidupan kita. Namun, telah diamati bahwa, ketika seseorang menjadi terbiasa membawa kata-kata Santa Teresa ini di dalam memorinya, memberikan efek baik yang mendalam dan tak ada kata terlambat untuk berusaha mengalaminya sendiri. Hanya yang kurang, mungkin soal memanggilnya kembali dari memori kita dan menunggunya dengan sabar. Itulah yang menumbuhkan kata-kata penuh makna: la paciencia todo lo alcanza (Dengan kesabaran, segalanya tergapai). (bersambung….)